Rabu, 26 Agustus 2026 – 17:45 WIB
Labuan Bajo, VIVA – Momentum warga meninggalkan rumah untuk mengungsi akibat gempa bumi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), justru dimanfaatkan seorang remaja untuk melakukan pencurian.
Remaja berinisial ASJ alias Putra (17) ditangkap Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo Satreskrim Polres Manggarai Barat karena diduga membobol rumah warga yang ditinggalkan penghuninya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Barat, Ajun Komisaris Polisi Lufthi Darmawan Aditya mengatakan pelaku diduga memanfaatkan situasi pascagempa ketika banyak warga berada di luar rumah maupun mengungsi.
“Pelaku memanfaatkan kelengahan warga yang sedang beraktivitas di luar atau mengungsi akibat dampak gempa bumi. Modus operandi yang digunakan adalah membongkar paksa dinding dan jendela rumah kosong menggunakan obeng,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu, 26 Agustus 2026.
Kasus ini terungkap setelah seorang warga berinisial WB (29), petani asal Desa Malawatar, Kecamatan Lembor, melaporkan rumahnya di kawasan Sernaru dibobol.
Saat pulang sekitar pukul 17.00 WITA, korban mendapati bagian pintu dan jendela rumahnya rusak akibat dicongkel. Sejumlah barang berharga juga raib.
Barang yang dibawa kabur pelaku di antaranya satu unit telepon seluler Vivo Y12 warna biru, perhiasan emas, serta 20 kilogram beras.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima laporan tersebut. Tim URC Resmob Komodo berhasil melacak keberadaan ASJ hingga akhirnya mendatangi lokasi persembunyiannya di kawasan Sernaru.
ASJ ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Polisi juga mengamankan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.
Kendaraan tersebut diketahui merupakan sepeda motor rental yang belum dikembalikan selama sembilan hari.
Penyidikan terhadap ASJ kemudian mengungkap dugaan keterlibatannya dalam sejumlah aksi pencurian lain di kawasan Sernaru.
Berdasarkan laporan polisi tertanggal 10 Agustus 2026, ASJ diduga mencuri tiga unit gawai dan uang tunai Rp3 juta.
Dia juga diduga membobol rumah Bruno Kosten pada 6 Agustus 2026. Dari rumah tersebut, pelaku disebut mengambil uang tunai Rp1,5 juta dan sepasang cincin emas.
Aksi lainnya terjadi pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. ASJ diduga membobol Warung Mie Ayam Pepeng dan membawa kabur uang tunai Rp2 juta.
Halaman Selanjutnya
“Pelaku juga tercatat pernah mencuri tiga unit ponsel dari tiga rumah warga di kawasan persawahan Sernaru secara terpisah pada Juli 2026,” ujar Lufthi.






