Nasional

Warga Korban Gempa NTT Sibuk Mengungsi, Remaja 17 Tahun Justru Bobol Rumah dan Curi Emas

×

Warga Korban Gempa NTT Sibuk Mengungsi, Remaja 17 Tahun Justru Bobol Rumah dan Curi Emas

Sebarkan artikel ini


Rabu, 26 Agustus 2026 – 17:45 WIB

Labuan Bajo, VIVA – Momentum warga meninggalkan rumah untuk mengungsi akibat gempa bumi di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), justru dimanfaatkan seorang remaja untuk melakukan pencurian.


img_title


Jelang Demo di DPR, Polresta Tangerang Sekat Massa dari Luar Jawa hingga Perketat Stasiun KRL

Remaja berinisial ASJ alias Putra (17) ditangkap Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo Satreskrim Polres Manggarai Barat karena diduga membobol rumah warga yang ditinggalkan penghuninya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Manggarai Barat, Ajun Komisaris Polisi Lufthi Darmawan Aditya mengatakan pelaku diduga memanfaatkan situasi pascagempa ketika banyak warga berada di luar rumah maupun mengungsi.


img_title


BNPB Rilis Data Terbaru Gempa NTT, Korban Meninggal Kini Capai 105 Orang

“Pelaku memanfaatkan kelengahan warga yang sedang beraktivitas di luar atau mengungsi akibat dampak gempa bumi. Modus operandi yang digunakan adalah membongkar paksa dinding dan jendela rumah kosong menggunakan obeng,” katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Rabu, 26 Agustus 2026.

Kasus ini terungkap setelah seorang warga berinisial WB (29), petani asal Desa Malawatar, Kecamatan Lembor, melaporkan rumahnya di kawasan Sernaru dibobol.


img_title


Prabowo Gelontorkan Bantuan Total Rp200 Miliar untuk Penanganan Gempa NTT

Saat pulang sekitar pukul 17.00 WITA, korban mendapati bagian pintu dan jendela rumahnya rusak akibat dicongkel. Sejumlah barang berharga juga raib.

Barang yang dibawa kabur pelaku di antaranya satu unit telepon seluler Vivo Y12 warna biru, perhiasan emas, serta 20 kilogram beras.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan setelah menerima laporan tersebut. Tim URC Resmob Komodo berhasil melacak keberadaan ASJ hingga akhirnya mendatangi lokasi persembunyiannya di kawasan Sernaru.

ASJ ditangkap tanpa melakukan perlawanan. Polisi juga mengamankan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk menjalankan aksinya.

Kendaraan tersebut diketahui merupakan sepeda motor rental yang belum dikembalikan selama sembilan hari.

Penyidikan terhadap ASJ kemudian mengungkap dugaan keterlibatannya dalam sejumlah aksi pencurian lain di kawasan Sernaru.

Berdasarkan laporan polisi tertanggal 10 Agustus 2026, ASJ diduga mencuri tiga unit gawai dan uang tunai Rp3 juta.

Dia juga diduga membobol rumah Bruno Kosten pada 6 Agustus 2026. Dari rumah tersebut, pelaku disebut mengambil uang tunai Rp1,5 juta dan sepasang cincin emas.

Aksi lainnya terjadi pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. ASJ diduga membobol Warung Mie Ayam Pepeng dan membawa kabur uang tunai Rp2 juta.

Halaman Selanjutnya

“Pelaku juga tercatat pernah mencuri tiga unit ponsel dari tiga rumah warga di kawasan persawahan Sernaru secara terpisah pada Juli 2026,” ujar Lufthi.

Halaman Selanjutnya





Source link